Bagaimana Cara Mencegah Kehamilan Ektopik ( Hamil Diluar Kandungan )

Bagaimana cara mencegah kehamilan ektopik atau hamil diluar rahim ? Sebelumnya , kehamilan ektopik merupakan suatu kondisi pembuahan sel telur yang terjadi diluar rahim .

Kehamilan akan terjadi bila sel telur berhasil dibuahi sel sperma . Normalnya sel telur yang sudah dibuahi akan bergerak menuju rahim setelah sekitar 3 hari lamanya berada di tuba falopi . Sel telur yang sudah dibuahi tersebut selanjutnya akan berkembang didalam rahim selama 9 bulan 10 hari alias sampai waktu persalinan tiba . Akan tetapi , bila sel telur tersebut menempel di tempat lain selain rahim , maka kondisi inilah yang dikenal sebagai kehamilan ektopik . Apa yang menyebabkan kehamilan ektopik ?

Bagaimana Cara Mencegah Kehamilan Ektopik

Faktor Penyebab Kehamilan Ektopik

Bagaimana supaya mencegah kehamilan ektopik atau kehamilan diluar rahim ? Sebelumnya baik diketahui faktor yang menjadi penyebab kehamilan ektopik . Kehamilan ektopik bisa terjadi salah satunya karena kerusakan tuba falopi . Baik karena inflamasi atau peradangan . Gangguan itulah yang menghambat sel telur masuk kerahim dan malah menempel di tuba falopi atau organ lain seperti ovarium , rongga perut , atau serviks .

Baca Juga : cara menggugurkan kandungan

Faktor penyebab lainnya bisa karena kadar hormon tidak seimbang . Bisa juga disebabkan perkembangan abnormal sel telur . Berikut ini beberapa faktor lain penyebab kehamilan ektopik , diantaranya yaitu :

  • Masalah Kesuburan dan Pengobatan

Adanya gangguan terkait kesuburan dan pengobatan yang dilakukan bisa menjadi faktor lain kehamilan ektopik . Karenanya konsultasi-kan terkait kesuburan dan upaya pengobatan yang tepat dengan dokter kepercayaan anda .

  • Sterilisasi atau Sebaliknya

Sterilisasi merupakan upaya mencegah kehamilan dengan cara mengikat tuba falopi . Baik sterilisasi atau proses sebaliknya yang dilakukan dengan membuka ikatan tuba falopi yang berlangsung tidak sempurna dapat menjadi faktor kehamilan ektopik .

  • Penggunaan Alat Kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi biasanya untuk mencegah kehamilan . Ada banyak macam . Salah satunya bisa berupa IUD ( Intrauterine Device ) atau spiral . Adapun bila tetap terjadi kehamilan meski sudah menggunakan alat kontrasepsi , maka bisa jadi kehamilan tersebut merupakan kehamilan ektopik .

  • Riwayat Kehamilan Ektopik

Faktor resiko lain yaitu memiliki riwayat kehamilan ektopik sebelumnya . Resiko ini lebih tinggi khususnya untuk wanita yang sudah pernah mendapati kehamilan ektopik .

Dengan mengetahui beberapa faktor resiko diatas , diharapkan bisa mengupayakan cara mencegah kehamilan ektopik .

Pencegahan Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik bisa dicegah . Pencegahan-nya yakni dengan menghindari atau mengurangi faktor resiko . Melakukan test darah dan USG di tahap awal juga perlu guna memantau perkembangan janin . Cara ini bisa di coba termasuk bagi wanita yang memiliki riwayat dan ingin mencoba cara mencegah kehamilan ektopik berulang .

Gejala Dan Komplikasi Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik pada tahap awal tidak memiliki gejala spesifik . Pasalnya gejala yang muncul cukup mirip seperti kehamilan normal hingga pada tahap berikutnya muncul gejala sebagai berikut :

  1. Rasa sakit di satu sisi perut bagian bawah
  2. Tulang panggul nyeri
  3. Vagina mengalami pendarahan ringan
  4. Lemas atau pusing
  5. Mual dan muntah yang dibarengi rasa nyeri
  6. Rasa sakit khususnya dibagian rektum ketika BAB
  7. Nyeri bau , dan
  8. Bisa terjadi pendarahan hebat bila tuba falopi sobek

Adapun diagnosa dan penanganan yang terlambat bisa menyebabkan pendarahan lebih hebat . Bahkan kondisi ini beresiko pada kematian . Terlebih bila memang terjadi sobek-kan pada tuba falopi maupun rahim . Penderita meski menjalani operasi tersendiri . Karenanya pencegahan diakui lebih baik dibandingkan mengobati . Untuk tambahan informasi simak pula ulasan cara mencegah kehamilan tanpa efek samping .

Updated: Februari 17, 2018 — 11:35 am
Cara Menggugurkan Kandungan Dengan Cepat Ampuh Dan Selamat © 2018 Cara Kandungan Cepat